Skip to main content

Posts

Aku Malu Dipanggil Aktivis

Aku malu saat kau memanggilku dengan sebutan “Aktivis”. Karena bisa jadi amal baik mu lebih banyak dari pada amalku. Aku malu saat kau memanggilku dengan sebutan itu. Karena bisa jadi keikhlasanmu lebih mendalam dari pada diriku Aku malu sangat malu saat kau memanggilku dengan sebutan Aktivis yang hebat. Karena bisa jadi kedudukan engkau lebih mulia di hadapan Allah. Siapa yang tahu tentang hati ini? Bukankah yang mengetahui hanyalah diri sendiri dan Allah semata? Aku sungguh sangat malu, engkau memanggilku dengan sebutan “aktivis” ketika bacaan Qur’an ku masih terbata-bata dan belum baik. Apalagi dengan hafalan Qur’an ku? Tahsin saja aku masih menunda-nunda. Apalagi untuk tingkat Tahfizh? Aku merasa tidak pantas, ketika engkau menyebutku dengan sebutan “aktivis” yang sering pulang larut malam karena banyak agenda dakwah disana-sini. Hingga tak jarang aku membiarkan Mushaf itu hanya bergeletakan di atas meja kerjaku. Atau bahkan hanya ku simpan di dalam tas ku tanpa sese...

Entah....

Aku tak tahu, bagaimana pena ini mengisahkan akhir ceritanya Kita, tak hanya aku dan kau, namun juga dia Kita sama-sama terperangkap dalam satu sekte yang sama Sama-sama menerka akan sebuah tanya, yang kita sendiri pun tak tahu harus mencari jawaban itu dimana.  Mungkin hanya waktu yang mampu menguak pertanyaan-pertanyaan klasik itu   Namun sampai kapan waktu terus merahasiakan kisahnya? Sementara aku harus menunggu disini, menyembunyikan luka atas nama ukhuwah, atau apalah itu namanya. Surakarta, 24 Mei 2015   23:43 PM Cos Ma’arif H. L  

Coz I'm too Tired

Aku lela h!!! Haruskah selama itu aku bersembunyi dalam sebuah kepura-puraan? Berpura-pura semuanya baik-baik saja Berpura-pura dan bersembunyi dibalik satu nama, yang aku sendiri tak mengenalnya Satu nama untuk menyamarkanmu darinya Satu nama yang slalu ku kisahkan, namun tak pernah kubawanya dalam barisan doa Karena memang hati tak mampu berdusta Sungguh !!! Kalaupun harus jujur... aku pun tak mau jika kita harus berperan dalam episode tragis ini Itulah mengapa... aku lebih memilih menjelma sebagai pujangga Pujangga yang bersembunyi dibalik rerumputan aforisma   Itulah mengapa.... Aku lebih memilih mencari makna akan arti cinta sembari menyembunyikan rasaku dari mu maupun dia Ahh !!! B iarlah.. tak mengapa… Biarkan Allah yang melanjutkan episode-episode berikutnya Biarlah Allah yang menentukan akhir kisah ceritanya… Surakarta, 2 4 Mei 201 5 0 1 :22 PM Cos Ma’arif H. L

Happy 21 Y.O ^_^

Malam ini, akhirnya pun tiba juga. Bertambah satu tahun usiamu, selangkah pula kau tapakkan kembali langkah kehidupan yang engkau sendiripun pasti tak tahu sampai dimanakah ujung jalanmu. Namun, diluar itu semua, ijinkan aku mengirimkan doa atas bertambahnya usia mu. 21 langkah dalam hitungan tahun telah kau lewati, terlewati pula setiap pengorbanan, perjuangan, dan proses kehidupan yang telah Allah gariskan dalam scenario terindahnya. 21 tahun.. dan hampir 2 tahun pula kita tidak bertemu. Apa kabar engkau disana? Eehh, memangnya siapa aku?? berani-beraninya menanyakan kabarmu. Ahh.. Tapi tanpa kupertanyakan pun, aku yakin, kau paasti kini menjadi orang yang jauuuhhh lebiih baik dari terakhir kita berjumpa.  Barakallahufik.. semoga Allah meridhoi segala apa yang kau usahakan. Sukses untuk setiap pencapaian. Ingat, ada Allah dalam setiap pencapaian azzam. Keep Spirit, keep fighting!!! Allah tau perjuangan dan pengorbananmu, dan Allah pun tau lelahmu. InsyaAllah, All...