Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Politik

Cicak vs (Buaya ft Banteng)

Hmm, sebenarnya sih saya masih males ngeblog sodara-sodara, karena memang masih ada hal lain yang harus dikerjakan. Tapi kok sepertinya moment ini sayang kalau tidak diabadikan dan ditanggapi yaa.. hehe.. Masih ingat dengan drama politik ini guys “Cicak vs Buaya”? Ya, sepertinya drama politik ini kembali mewarnai panggung politik negeri ini. Dan yang lebih menariknya lagi, kini drama tersebut hadir dengan sentuhan yang sedikit berbeda, “Cicak vs (Buaya ft Banteng), hehe, judulnya agak maksa ya?? Ya mau gimana lagi, emang kenyataannya gitu :D Ok, langsung ke topic pembahasan.. Ya, berbicara tentang drama politik, ternyata drama ini sedang menjadi trending topic baik di dunia nyata maupun media social. Drama ini mencapai puncaknya ketika Bareskrim Polri menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Kalau menurut saya pribadi, benang merah dari kisruh yang terjadi saat ini salah satu faktor utamanya adalah kurang tegasnya Bapak Presiden, Joko Widodo, dalam menangani kasus...

Mana Hak Suara Kami? Ini Pendidikan politik, Bukan Politisasi Pendidikan!

Berbicara mengenai Pemilihan rektor, ternyata Universitas Sebelas Maret kita tercinta ini pun juga tengah melaksanakan hajatan besar tersebut. Ya, pergantian rektor ini memang selalu diharapkan membawa angin perubahan bagi setiap universitas menuju ke strata yang lebih baik. Dengan adanya pemimpin baru, sudah pasti pula ada harapan baru dari seluruh civitas akademika. Namun sayangnya, saya selaku mahasiswa mempunyai kejanggalan dalam pemilihan rektor yang selama ini prosedurnya telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Rektor, adalah sebuah gelar yang disandang bagi pemimpin suatu universitas. Menduduki jabatan sebagai rektor pada hakikatnya “seharusnya” bukanlah menjadi jabatan politis. Namun kenyataannya pada hari ini, tahapan dalam merebutkan kursi rektor masih harus melalui mekanisme politis, yaitu dengan adanya hak dipilih dan memilih. Sebenarnya, letak permasalahannya bukan pada ada atau tidaknya hak dipilih dan memilih tersebut. Hanya saja politisasi pendidikan y...

Menjawab Suksesi Kepemimpinan

Perputaran waktu telah mengahantarkan kita pada sebuah suksesi kepemimpinan. Bak sebuah drama, negeri ini telah mencapai klimaksnya dalam sebuah alur certia. Sebuah kisah tentang pencarian figur pemimpin yang nantinya menjadi nahkoda untuk menjalankan sebuah kapal bernama “Indonesia”. Dalam islam, melahirkan seorang pemimpin merupakan suatu amalan yang amat penting yang harus diberi perhatian besar. Hal ini dkarenakan fungsi kepemimpinan dalam islam berdasarkan Siyasah Syar’iyyah adalah Hirasatud Din (memelihara dan mengajarkan agama) dan Siyasatud Dunya (merancang strategi untuk kebaikan duniawi). Oleh karena tulah, membangun sebuah bangsa harus diawali dengan pemberian amanah kepada orang yang telah selesai dengan dirinya, sehingga ia pun dapat optimal menyebarkan kebaikan di tengah-tengah problematika umat. Sayangnya, label “suksesi kepemimpinan” yang digadang-gadang untuk negeri ini belum sepenuhnya mendeskripsikan definisi kata “suksesi kehidupan”. Banyak orang yang ber...