Skip to main content

Posts

Showing posts with the label My Live's Story

Welcome Back!!!

20 Mei 2016. Nyatanya, sudah hampir dua tahun blog ini tertidur. Sudah cukup lama bukan? Iyaa, lama. Sangat lama. Sebab si pemilik blog tengah mendua selama dua tahun ini. Tetiba saja Tumblr menjadi tempat yang sangat nyaman untuk berbagi dan menulis. Bukan tanpa sebab, tetapi memang lingkaran pertemanan saya dengan para Tumblr-er adalah dengan mereka yang senantiasa menginspirasi lewat tulisan-tulisannya. Ada banyak hikmah yang bisa saya ambil dari tulisan-tulisan mereka. Namun tepat di tanggal 5 Maret 2018, kawan bercerita ku tiba-tiba saja di blokir oleh Menkominfo. Entahlah apa sebabnya. Namun konon katanya, situs ini mengandung banyak konten asusila. Asusila?? Ah, sepertinya Bapak Menkominfo belum memfollow akun-akun seperti milik teman-temanku yang sering berbagi hikmah lewat tulisan-tulisannya di akun tumblr mereka deh.Hmmm...Ya sudahlah. Tak apa.. Mungkin dengan di blokirnya tumblr, blog ini akan kembali diperhatikan oleh pemiliknya yang sudah lama mendua yaa.. Hahaa.. Maaf...

KEPUTUSAN RADIKAL

Memang Allah Ta'ala, Dzat yang maha membolak-balikkan hati. Dan Memang manusia, yang kadang (atau sering?) rapuh dalam menjaga komitmen. Yaa.. benar saja.. Kau tahu? Baru saja telah terjadi hal paling radikal disepanjang amandemen proposal hidup gue.. yang tentu saja lahir dari sebuah kontemplasi yang panjang..menghapus salah satu mimpi yang sedari dulu sungguh kuat ubtuk diperjuangkan.. menjadi seorang Mentri RI.. hohoho…   Sejak dari SD, SMP, SMA.. Ingin sekali menjadi Mentri Kesehatan RI, tentu saja dengan sematan gelar dr. dan diiringi dgn SpB. Haha…masih ingat betul, betapa mati-matian aku memperjuangkannya, bahkan sampai di sebuah titik yang memang mengharuskan aku untuk menghentikan langkah dan melanjutkanya dalam persimpangan jalan yang lain.  Seperti yang pernah aku katakan, waktu adalah mesin penggilas terbaik, begitu juga untuk menggilas mimpi. Menjadi bagian dari mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan, perlahan demi perlahan, ternyata mampu memu...

Sepenggal Inspirasi Kota Seribu Sungai

Mengapa harus ku kurangi tidur kemudian berlelah? Mengapa aku memilih tersenggal bernafas, jika berjalan lebih menenangkan? Mengapa aku mau bertindak jika kamu bilang ini tidak realistis? Mengapa aku memilih mengejar waktu tanpa membiarkannya berlalu? Mengapa aku memilih bergerak ketika diam lebih menyenangkan? Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak dapat menjadi bekal untuk orang tuaku nanti... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak menjadi siapapun di masa depan.... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak dapat menjadi penyeimbang untuknya suatu hari nanti... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak bisa mengangkat derajat mereka yang kelak memanggilku "ibu" suatu hari nanti... Bukankah para pembela agama berhak lahir dari rahim ibu terpelajar? Bukankah para pembangun peradaban bangsa harus lahir dengan diskusi besar? Bukankah para pemimpin negeri harus lahir dari keseharian pembesar dan kebia...

Ada yang udah........

Entah, tiba-tiba nemu foto ini di galeri. Kira-kira 10 tahun yang lalu deh kayaknya. Masih kecil2 yaa (kecuali emang yg udah bakat gede dr sananya sih, hoho). Sekarang mereka udah   jadi orang keren-keren. Ada yang kuliah di Al-Azhar Cairo, Ada yang udah hafidz, Ada yang udah keliling dunia, Ada yang udah wisuda, Ada yang udah kerja, Ada juga yang udah nikah. Lalu aku??? Aku sudah menjadi apa?? Hmm.. memang benar, ternyata waktu benar melindas. Edisi nostalgia sama #alumni SD Ta'mirul Islam Surakarta :D Surakarta, 02 April 2016 20:21 Cos Ma’arif H. L

Sudah berapa lama??? Entahlah....

Sudah berapa lama tidak menulis lagi di sudut itu? Terlebih semenjak akhir penghujung tahun lalu hingga akhir pekan ini.. Terlalu banyak yang harus diselesaikan di luar sana..    Jangankan untuk mengahabiskan malam dengan merangkai kata, duduk bersantai untuk sekedar membaca buku disudut itu saja menjadi suatu hal yang sangat sangat dirindukan.. Memang... selalu perlu momentum untuk memulai mengeja kata..   Dan nyatanya, momentum tidak hanya perkara waktu, namun juga apa yang tengah dirasakan hati.. Ketika sang waktu dan hati telah terpaut, jangan heran... jika aku mampu menggilas jutaan detik di sudut itu.    Namun.... B iar b agaimanapun...  R indu slalu datang mengingatkan..   Bahwa diantara setumpuk deadline, "kau" tetap menjadi bagian dari perasaan :)        Surakarta, 16 Januari  2016 20:21 Cos Ma’arif H. L