Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Just an Oppinion

BERPERANLAH

Bagaimanapun, menjadi perempuan adalah peran yang penuh dengan kemuliaan. Terlebih menjadi perempuan yang hidup di era milineal seperti ini. Banyak sekali tantangannya. Sudah pasti bukan perkara yang sederhana. Gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Setiap masanya, perempuan selalu dihadapkan dalam sebuah pilihan. Memilih untuk memerankan figur seperti apa, dan menjalankan peran yang bagaimana. Bagi saya, semua perempuan cantik dengan masing-masing perannya. Terlebih bila ia seorang muslimah. Entah menjadi sosok yang anggun, lembut, pengasih penyang, dan berperan sebagai konseptor dibalik layar; ataupun menjadi sesosok yang tangguh, berani, senang dengan hal-hal yang menantang, dan menjadi figur di garis depan; bagiku keduanya sama-sama cantik. Ya, setiap perempuan cantik bila ia berperan. Beberapa hari yang lalu, selasar masjid itu menjadi pendengar yang baik bagi sekelompok perempuan yang tengah membicarakan tentang perannya. Berawal dari peran seorang perempuan ...

Kemerdekaan: antara Retorika, Harapan, dan Kenyataan

Proklamasi, Kami   bangsa   Indonesia   dengan   ini   menjatakan   kemerdekaan   Indonesia.   Hal2   jang   mengenai   pemindahan   kekoeasaan   d.l.l.,   diselenggarakan   dengan   tjara   seksama   dan   dalam   tempoh   jang   sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17-8-05   Atas nama bangsa Indonesia.   Soekarno/Hatta                                           Perputaran waktu mengantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan yang ke-70 tahun. Sayangnya, label “merdeka” yang disandang belum sepenuhnya mendeskripsikan definisi kata “merdeka”, baik secara etimologi maupun terminologi. Masih banyak orang di Indonesia ini yang masih terbelenggu....

Rasio Hutang RI Mengerikan

Entah, akhir-akhir ini lagi suka sama berita-berita yang ada hubungannya dengan kondisi perekonomian Indonesia. Pagi ini nemu artikel yang cukup membuat miris saya, selaku “orang kecil” yang hingga hari ini tetap membersamai negri tercinta, Indonesia. Yaa.. bagaimanapun kondisinya, saya tetap ciiinnntaa Indonesia ^_^ Ya, seperti yang di beritakan di media berita Kompas pagi ini, Direktur eksekutif CORE Indonesia Hendri Suparini menuturkan rasio pembayaran hutang RI terhadap penerimaan transaksi berjalan atau debt to service ratio (DSR) mengkhawatirkan. Hingga hari ini, DSR indonesia telah mencapai angka 50%. Hal ini akan lebih berdampak buruk pada prospek Bangsa Indonesia dalam membiyayai hutangnya. Prospek RI dalam membiayai hutang dinilai kurag meyakinkan, dimana jika kita melihat realita hari ini, proyeksi ekspor kita untuk tahun ini dan beberapa tahun mendatang belum ada perbaikan. Hal ini dapat terjadi karena 70% ekspor RI adalah ekspor komoditas primer atau komoditas bah...