Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sosial

FABIAYYI 'AALAAI RABBIKUMAA TUKADZ-DZIBAAN

Apakah kita masih ingat, bahwa dalam setiap keping uang yang kita banggakan ada hak orang lain? Berawal dari cerita yang tlah lama ku tahu dari seorang kawan.. Hari ini benar-benar ku saksikan sosok itu. Sosok kakek yang menyambung hidup lewat kantong-kantong kacang rebus yang ia jual di pinggir jalan. Berhadapan langsung dengan aspal yang sejajar dengan tempat ia duduk. Beratap pohon rindang saja. Mungkin bisa dibilang ia seperti orang yang kurang kerjaan. Ia gelar dagangannya pada selembar karung beras yang sudah using dan ditatapnya kantong-kantong kacang itu sembari jongkok layaknya seorang peminta. Tidak banyak yang ia jual, mungkin hanya tiga puluha-an kantong saja dengan harga 2000 rupiah per kantongnya. Saat ku coba mendekatinya, dia bilang “tumbas limo (beli lima)?” Kulihat, ada harapan besar yang memanjar dari mata rabunnya. Saat ku iya-kan entah apa yang berbuncah dalam hatinya. Tapi perasaan itu dapat aku rasakan. Rasa syukur dalam mulut yang telah rontok seba...

Kutitipkan Salam dari Solo, Indonesia untuk Gaza, Palestina

Salam cinta terhangat ku sampaikan padamu wahai saudaraku nan jauh disana, Gaza-Palestina. Hari ini, 11 Juli 2014, kami, saudara-saudarimu di Solo-Indonesia, telah tergerak hati kami karena kisah kalian disana. Terketuk hati kami akan perjuangan hebatmu dalam memperjuangkan agama Allah di bumi Nya. Gaza, menjadi saksi nyata terlahirnya ratusan syuhada yang gugur karena memperjuangkan Islam. Siang ini, kami serukan takbir disepanjang aksi kami. Terdengarkah takbir kami hingga di negerimu, kawan? Walau mungkin takbir kami tak mampu kau dengar, ku harap kau dapat merasakannya, wahai saudaraku. Siang ini, kami kibarkan benderamu di kota tercinta kami, d an kami berharap bendera Palestina yang berkibar tertiup angin ini dapat kembali kau temui di sepanjang bumi Palestinamu. Siang ini pula, kami lakukan aksi teatrikal atas penyiksaan yang tengah kau alami saat ini. Bukan untuk memperlihatkan engkau lemah di mata dunia, namun kami ingin membuka mata hati saudara-saudara kita ...