Skip to main content

Posts

Nothing

Aku tengah merenungi sesuatu tentang diriku sendiri. Tentang kehidupan yang sedang aku jalani. Tentang kuliah yang sedang aku jalani. Kemudian ingatanku melesat jauh ke penghujung 2017, insya Allah aku wisuda, dan memang harus wisuda di tahun ini. HARUS!!! Melihat mereka aku kemudian berpikir, apa yang kelak membuatku berbeda di antara mereka? Apa yang bisa aku unggulkan dari mereka atau dari ribuan mahasiswa yang akan lulus bersamaku, atau lebih dulu dariku. Apa “nilai lebih” yang aku miliki dibandingkan dengan ribuan mahasiswa yang lain? Apa yang membuatku merasa menjadi lebih berharga dan aku merasa layak untuk mendapatkan peluang-peluang terbaik selepas lulus itu? Di ujung semester yang tak lagi muda, di mana penelitian dan skripsi mulai menghantui, aku mulai menyesalkan banyak hal. Tentang begitu banyak sekali peran yang aku lewatkan. Di saat orang lain yang sebaya denganku telah melesat begitu jauh. Aku baru menyadari ternyata aku tidak pernah menjadi apa-apa. Da...
Sometimes, you just need to be alone,   not even your best friend needs to know.    Sometimes you need to put up the walls    so you can examine yourself in the peace and quiet.    Sometimes, the loud sounds need to fade away,    leaving only the silence and you; that’s it.
“ Jika kebaikan seseorang membuat kita jatuh cinta padanya, lantas mengapa kita tak -selalu- jatuh cinta kepada Allah yang kebaikanNya tiada habis-habisnya kepada kita? ” —  Pada nikmat pagi yang lagi-lagi atas kasih sayangNya, sudahkah pembuktian cinta telah kita lakukan? Allahummaghfirlana ya Rabb :’)

Jumpa

Tentang sebuah jumpa, tentang sepenggal kisah. Ku kira, kita hanya kebetulan bertemu dalam perjalan perjalan kita. Berpapas, menyapa, berpisah untuk kemudian berlalu begitu saja. Nyatanya, kisah ini tak sesederhana itu. Kita berpeluh, jatuh, tersungkur, merintih, menangis, pun juga bersedu sedan. Kita mengenal, berbagi, berlari, bangkit, bersorak hingga kemudian tertawa untuk menang. Kita berjumpa untuk sama sama saling mamautkan hati di jalan ini. Mencoba mengeja makna cinta dalam sebuah pesan atas nama perjuangan. Mencoba menjadi hujan yang (semoga) selalu membawa kebermanfaatan. Berazam untuk bermain dalam sebaik baik peran. Dalam mihrab suci kebermanfaatan. Atas setiap jejak, atas setiap kisah, pun atas setiap hikmah. Tak ada yang tak bisa untuk tidak disyukuri dari sepenggal episode terbaik ini. Kau bilang, mencintai jalan ini sama artinya mendefinisikan makna cintaNya. Karna bagiku definisi cinta tak melulu sekedar perihal dalih melalui kata. Ia tercipta tersebab...

Lingkar Cahaya

Kau tahu apa yang selalu membuatku jatuh cinta pada  hujan ? Sebab hujan selalu setia menyapa bumi dengan ribuan cerita. Ada kisah yang tetap sama, ada juga yang kian mendrama Meski cinta masih bisa tetap sederhana.   Dan dibalik derasnya, ia setia mencatat tiap ujung perjalanan dan asal di mana ia pernah bermula.   Lalu manusia menjejak. Mencatatkan tiap hal penting yang enggan untuk dilupakan cepat-cepat. Dan hujan sore ini membawa sebuah pesan, bahwa kebenaran tak selalu datang dari suatu lingkaran…. Dan walau menjadi bagiannya tak berarti membawa kunci untuk sebuah kemenangan. Hanya saja, dalam lingakaran kecil itu, kau bisa belajar, kau bisa memahami, menjaga, dan saling menguatkan. Bahwa ukhuwah tak sekedar jiwa yang bertatap, namun juga hati dan iman yang tak lupa untuk saling berpaut. Yang kelak (semoga) menjadi penuntun jalanmu menuju titik akhir tujuan. Titik akhir pemberhentian perjalanan.
Dan kita sama-sama mengamini. Baik terlihat ataupun tersembunyi. Baik dibungkam ataupun terdeklarasikan. Baik jelas ataupun samar. Bahwa kebaikan tetaplah kebaikan. Pun juga dengan kebenaran. Segala fitnah, caci, dan benci, tak akan sedikitpun mengurangi kemuliaannya. Tak kan pernah sekalipun mengurangi penilaianNya. Biarkan bila dunia tak menyurat. Biarkan pula bila sejarah tak mencatat. Biar dia mengabadi, dan disimpan sebagai catatan para penduduk langit. Tugas kita hanya terus berjalan dan memperjuangkan kebenaran. Sebab yang harus kau percaya, bahwa kebenaran dapat menunjukkan dirinya sendiri. Sekalipun tidak di dunia, di akhirat tak satupun tertutupi. Untuk jiwa yang baik, “Ittaqillah haitsuma kunta, wa atbi’issayyiatal hasanata tamhuha”
“ Yang kutahu setiap orang sedang dalam perjalanan.  Ada yang tengah dalam perjalanan dekat, ada pula yang tengah dalam perjalanan jauh.  Ada yang sedang dalam perjalanan berangkat, ada pula yang sedang dalam perjalanan pulang.  Ada yang baru memulai, ada pula yang telah sampai.  Ada yang menempuhnya seorang diri, berdua, ataupun beramairami.  Ya, seperti kita (kau, aku, dan mereka)   Ada begitu banyak perjalanan yang telah kita lakukan.  Ada begitu banyak tempat yang telah kita sambangi. Tentu ada begitu banyak pula orang yang telah kita kenal.  Begitupun dengan aku; yang semakin mengenalmu dalam perjalanan-perjalanan kita. ” —  Oh iya, yang ku tau juga, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Aku sih mau ke situ. Kau mau kemana? 😊