Dan akhirnya, kau pun tumbang juga. Maafkan aku yang terlalu memaksamu terlalu keras. Menyita setiap waktu istrirahatmu untuk menemaniku. Menemaniku mengerjakan tugas yang entah kapan akan berakhir, mengantarkanku dalam setiap episode pencapaian impian, menemani muroja’ah ku dengan murrotalnya Mohammad Thoha Al Junayd, dan jugaaa.. menemaniku mencurahkan semua apa yang kurasa, menuliskan aforisma tak beralamat tentang dia. Padahal kau tahu?? Hari ini aku sangat amat ingin menuli tentang dia. Ada pesan special untuknya yang telah aku buat seminggu yang lalu, yang harusnya ku posting malam ini. Ahh.. lagi-lagi, semua ini salahku yaa?? Maafkan akuu… Dan sekarang, untuk beberapa hari mungkin kita memerlukan jarak. Sejenak berpisah mungkin aku lebih baik. Tapiii… aku rinduuu. Lalu, hendak kemana aku mencurahkan semua yang kurasakan. Bersama siapa aku menghabiskan setiap malam untuk mengabadikan cerita sang rembulan yang selalu menyimpan hikmah kehidupan. Ahh.. Aku rinduu… ...
Merangkai Kata, Membingkai Makna