Perputaran waktu mengantarkan kita menuju malam pergantian tahun baru 2014. Sayangnya, label “tahun baru” yang disandang belum sepenuhnya mendeskripsikan definisi kata “semangat baru” baik secara etimologi maupun terminologi. Masih banyak diantara kita yang masih terbelenggu. Mereka masih terjajah oleh kepapahan, ketidakmampuan dan tirani kemiskinan. Malam ini, miris hati ini saat masih kulihat jelas dianatara euforia tahun baru ini, masih ada saja seorang wanita yang menggedong balita mungil sembari meminta belas kasihan pengguna jalan dengan adanya rupiah walau hanya berupa koin rupiah. Miris sebuah hati mendengar berita-berita ketidakadilan supremasi hukum yang semakin mengejawantahkan realitas hukum rimba, yang berkuasa maka dialah yang menang. Miris sebuah hati mencicipi pahitnya ketidakpedulian. Ketidakpedulian dari orang-orang kaya kepada mereka yang miskin serta kepedulian dari mereka yang miskin untuk berusaha optimal mengkreatifkan daya kreasi sehingga tidak menjadi se...
Merangkai Kata, Membingkai Makna