Skip to main content

Posts

SENJA

Hingga akhirnya, aku kembali bertemu dengan senja, yang akhir-akhir ini tak pernah kusapa rona merah jingga bercampur biru ungu nya.... Memang benar, tak pernah habis dunia bersajak tentang senja Seperti hari ini... Aku menyapa senja disepanjang jalan pulang Mengagumi jingga yang malu malunya bersembunyi di balik pencakar langit Biru yang menggelap perlahan tersenyum mengantar malam Kerlap kerlip lampu pengguna jalan memesona kota budaya ini Tapi hanya aku yang mengagumi senja di kota yang berseri ini Mereka di kanan kiriku seperti tak menyadari cantiknya Hanya menunggu sang merah berganti hijau pada sebuah persimpangan jalan... Atau bahkan menenggelamkan diri bersama gadget selagi menunggu detik waktu mengaja mundur Senja hari ini memang istimewa Dia tak lagi muram dan basah Begitu cerah bak putri raja jatuh cinta Padahal seharusnya   ini awal musim penghujan Aku menatap senja sampai ia tiada berganti gelap Dari mengagumi ciptaanNya.. kini saatnya ...

Sudah, Jangan Menangis

Malam ini berasa jadi kaya guru BK... Buat nangis anak orang, tapi berakhir dengan sebuah kiriman bom emoticon kiss... uhhhmmm.... Love you too dik... Yaa... sekarang aku benar-benar memahami tentang makna sebuah pembinaan... Khawatir, ketika ia menghilang.... Cemas, ketika ia menjejak masalah... Sedih, ketika ia berada pada langkah yang salah... Bahagia, ketika ia sering menyapa kabar... Bangga, ketika ia mulai menjadi pribadi yang tangguh dan sukses.... Dik... kau tau?? Bukannya kakakmu ini tidak sayang...  Bukan pula ingin marah... Atau bahkan ingin membenci... Tidak... sama sekali tidak... Kakakmu ini hanya ingin engkau menjadi pribadi yang besar... Menjadi penggerak tanpa harus menyakiti... Menjadi revolusioner tanpa harus mengenyahkan santun... Menjadi pemimpin tanpa harus merasa terbang tinggi... Dan kau tahu?? Ada kisah klasik tentang jalan ini... Sedari dulu ia memang sepi, sunyi.... B...

.A.M.A.N.A.H.

“Sebuah tanggung jawab”, itulah jawaban kebanyakan orang ketika ditanya mengenai amanah. Ada juga yang berkata “Sesuatu yang bisa jadi mengantarkan kita ke surga, atau menjerumuskan kita ke neraka”, Ya... beberapa menjawab seperti itu. Hmm… itu juga benar. Orang yang mengetahui besarnya konsekuensi di balik amanah (terkait posisi/jabatan) tidak akan pernah memintanya. Tapi.. hidup tanpa amanah pun bukan pilihan yang bagus juga bukan? Selama ini, orang melihat sesuatu bernama amanah sebagai sesuatu yang begitu rigid. Tidak sedikit yang menyikapinya dengan tidak bijak. Sehingga hal-hal bernama keluhan, berat hati, kecewa, sedemikian serinh terjadi. Ya….begitu banyak sudut pandang terhadap dunia, banyak pula sudut pandang terhadap amanah. Kalo buatku, amanah tidak hanya sekedar tanggung jawab. Ia adalah bentuk penjagaan terhadap diri. Ia juga merupakan wadah pembentukan diri, dan akselerasi keahlian. Berat memang, tanggung jawab itu. Apalagi hisabnya kelak. Kalau memikirkan i...