Skip to main content

Posts

Mengapa???

Mengapa harus ku kurangi tidur kemudian berlelah? Mengapa aku memilih tersenggal bernafas, jika berjalan lebih menenangkan? Mengapa aku mau bertindak jika kamu bilang ini tidak realistis? Mengapa aku memilih mengejar waktu tanpa membiarkannya berlalu? Mengapa aku memilih bergerak ketika diam lebih menyenangkan? Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak dapat menjadi bekal untuk orang tuaku nanti... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak menjadi siapapun di masa depan.... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak dapat menjadi penyeimbang untuknya, yang namanya pun belum kuketahui hingga hari ini...  Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak bisa mengangkat derajat mereka yang kelak memanggilku "ibu" suatu hari nanti... Bukankah para pembela agama berhak lahir dari rahim ibu terpelajar? Bukankah para pembangun peradaban bangsa harus lahir dengan diskusi besar, Bukankah para pemimpin negeri harus lahir dari keseharian pembesar d...

Reuni Akbar SD Ta'mirul Islam Angkatan 2005-2014

Bismillah.. Alhamdulillah, banyak pelajaran dan tamparan berharga untuk hari ini. Tak kusangka, mereka berproses begitu cepat. Jauh melesat meninggalkanku disini, yang hanya mampu merangkak untuk mendekati titik akhir sebuah tujuan Kali ini, air mata malu, sedih, dan bahagia menjadi bagian dari pertemuan akbar kali ini.. walaupun tak dapat kuperlihatkan dihadapan mereka, tapi sungguh, ingin rasanya aku menangis dalam hati, tapi di sisi lain aku bangga dan bahagia. Hari ini, 19 Februari 2015, kami para Alumni SD Ta’mirul Islam Surakarta dipertemukan dalam sebuah pertemuan akbar. Reuni Keluarga Besar SD Ta’mirul Islam Angkatan 2005-2014. Acara ini dihadiri kurang lebih 200 alumnus. Bukan jumlah yang besar memang, bila dibandingkan dengan jumlah real alumnus dari 10 angkatan tersebut yang mencapai angka 1855. Sebenarnya bukan hal yang baru ketika harus kembali berkunjung ke SD tercinta, karena memang selama empat bulan terakhir di tahun 2014 lalu, saya dan be...

Jantung Pendidikan Indonesia (part two)

Dilema Pendidikan Indonesia Pemikiran instan masih menjadi pokok permasalahan di negeri ini. Tak jauh berbeda dengan beberapa aspek kehidipan lainnya, aspek pendidikan di negeri inipun juga telah terjangkit virus pemikiran instan seperti yang telah dipaparkan diatas. Polemik kurikulum yang terkesan “ganti menteri ganti kurikulum” membuat pendidikan tidak berjalan optimal.   Kurikulum, merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU nomor 20 tahun 2003; PP nomor 19 tahun 2005) Terlebih lagi akhir-akhir ini Kemendikbud selaku punggawa utama pendidikan Indoensia direpotkan kembali dengan adanya dualisme kurikulum.   Kebijakan ini memberikan pilihan kepada sekolah untuk tetap melanjutkan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang telah melaksanakan kurikulum ini lebih dari tiga semester, dan pengembalian kuri...

JANTUNG PENDIDIKAN INDONESIA (part one)

“Sekarang martabat negara tampak sunyi sepi, sebab rusak pelaksanaan peraturannya karena tanpa teladan.   Orang meninggalkan kesopanan, para cendekiawan dan para ahli terbawa hanyut ikut arus dalam jaman bimbang. Bagaikan kehilangan tanda-tanda kehidupannya.   Kesengsaraan dunia karena tergenang berbagai halangan” Ranggawarsita (Kuntowijoyo, 1987:9) Berangkat dari sebuah keprihatinan ketika masa globalisasi menjadi goncangan awal masyarakat beserta budayanya.   Realitas demikian merupakan masa dimana jaman tengah mengalami ketimpangan.   Pemikiran dan perilaku anak manusia mulai mengkristal dengan megagungkan pola yang serba instan. Transformasi budaya besar-besaran terjadi dan anak bangsapun kini mulai kehilangan jati diri.  Kondisi tersebut tidak lagi dirasa asing oleh bangsa ini ketika revolusi kultural tidak terintegrasi dengan baik. Dampaknya, timbul kemulti-tafsirn yang selanjutnya mengikis karakter bangsa. Potret demikian harusnya mampu memb...