Mengapa harus ku kurangi tidur kemudian berlelah? Mengapa aku memilih tersenggal bernafas, jika berjalan lebih menenangkan? Mengapa aku mau bertindak jika kamu bilang ini tidak realistis? Mengapa aku memilih mengejar waktu tanpa membiarkannya berlalu? Mengapa aku memilih bergerak ketika diam lebih menyenangkan? Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak dapat menjadi bekal untuk orang tuaku nanti... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak menjadi siapapun di masa depan.... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak dapat menjadi penyeimbang untuknya, yang namanya pun belum kuketahui hingga hari ini... Sebenarnya, Aku hanya takut.. Takut tidak bisa mengangkat derajat mereka yang kelak memanggilku "ibu" suatu hari nanti... Bukankah para pembela agama berhak lahir dari rahim ibu terpelajar? Bukankah para pembangun peradaban bangsa harus lahir dengan diskusi besar, Bukankah para pemimpin negeri harus lahir dari keseharian pembesar d...
Merangkai Kata, Membingkai Makna